LDNU Kota Semarang Bersama Jam’iyatul Mubalighin Gelar Tabligh Akbar di Halaman MAJT

 LDNU Kota Semarang Bersama Jam’iyatul Mubalighin Gelar Tabligh Akbar di Halaman MAJT

Suasana Tabligh Akbar Hikayat dan Sholawat dalam rangka menyambut tahun baru 1444 H dan pelantikan PAC jam’iyatul mubalighin se Kota Semarang di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada Sabtu malam (23/7/2022). (Foto. Ali Makruf)

SEMARANG, pcnukotasemarang.com – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU kota Semarang bekerjasama dengan Jam’iyatul Mubalighin kota Semarang menggelar Tabligh Akbar Hikayat dan Sholawat dalam rangka menyambut tahun baru 1444 H dan pelantikan PAC jam’iyatul mubalighin se Kota Semarang di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada Sabtu malam (23/7/2022).

Acara tersebut juga dihadiri Ittihadul Muballighin dan Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT). Selain itu, acara tersebut dihadiri oleh anggota JAMMU kota Semarang dan sekitarnya, pengurus PCNU kota Semarang, dan para muhibbin mafia sholawat Indonesia.

Agenda besar tersebut mendapat pengawalan dari 250 personil Banser serta 100 personil Pagar Nusa. Hadir pula anggota JRA (Jam’iyyah ruqyah Aswaja) sebagai sayap LDNU dan 100 penari sufi.

“Acara ini bertujuan untuk menyatukan pilar pilar dakwah dikota Semarang supaya dapat bersatu padu dalam rangka menyemarakkan dakwah dan mensinergikan langkah antara lembaga struktural dan kultural,” ujar Ali Makruf MSI
Sekretaris LDNU PCNU kota Semarang.

Pelantikan PAC jam’iyatul mubalighin sekota Semarang yang terdiri dari 16 kecamatan diharapkan nanti bisa terorganisasinya dakwah di kota Semarang dengan baik.

KH. Ali Shodikin yang mengisi acara tersebut mengajak para hadirin untuk mencintai Rasulullah melalui lantunan sholawat yang khas diiringi dengan gruop rebana modern Semut Ireng. Juga berdzikir dan istighotsah khas ala mafia sholawat.

Selain itu juga mengajak para hadirin untuk memahami arti kehidupan melaui simbol salam tiga jari khas mafia sholawat yaitu manusia pasti punya masalalu masa sekarang dan masa yang akan datang oleh karena itu terus lah memperbaiki diri dan jangan pernah takut walaupun seburuk apapun masalalu.

Abah Ali yang juga founder mafia sholawat mengingatkan tentang ukhuwwah islamiyah ukhuwah ukhuwah wathoniyah dan ukhuwwah basyariyah melalui salam tiga jari.

“Kita semua adalah saudara apapun organisasinya, jangan saling menghina dan mencaci..karena kita semua adalah saudara seiman,” teriaknya.

Acara tersebut diakhiri dengan Asrokol dan muhasabah yang membuat seluruh hadirin lautan manusia yang membanjiri plaza MAJT larut dalam tangisan karena mengingat dosa dosa yang telah diperbuat. (Ali Makruf)

PCNU Kota Semarang

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published.